Minggu, 08 Juli 2018

PEMBAHASAN SIM


PEMBAHASAN
A.     Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
Seiring berkembangnya penyusunan sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang sudah lama baik secara keseluruhan atau untuk memperbaiki sistem yang sudah ada. Sistem yang sudah lama mungkin perlu diperbaiki atau bahkan diganti, dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya yaitu :
1.      Kesalahan yang tidak sengaja, yang menyebabkan kebenaran data kurang terjamin.
2.      Tidak efisiensinya operasi pengolahan data tersebut.
3.      Adanya instruksi-instruksi atau kebijaksanaan yang baru baik dari pemimpin atau dariluar organisasi seperti peraturan pemerintah.[1]
 Menurut Buford dan Bedein (1998) ada empat kegiatan yang dapat dilakukan dalam mengembangkan sistem informasi manajemen, yaitu perencanaan, implementasi, dan penilaian. Perencanaan sistem informasi manajemen adalah pendeskripsian secara komprehensif tentang informasi manajemen yang merupakan penstrukturan database yang diperlukan, pendefinisian, alur informasi, dan penetapan laporan-laporan yang diperlukan. Implementasi mencakup kegiatan-kegiatan penyediaan fasilitas yang diperlukan, pengadaan peralatan pemrosesan data, serta penyiapan dan pelatihan tenaga. Sementara, penilaian adalah menetapkan keberhasilan sistem informasi manajemen dalam mencapai tujuan.[2]  
Manajemen sistem informasi sebenarnya telah ada sebelum komputer muncul, yaitu dimana segala macam informasi di dalam organisasi diolah dengan cepat, teliti dan andal. Namun, tanpa komputer konsep tersebut hanya menjadi teori. Sekarang, dengan adanya komputer, konsepsi tersebut telah menjadi kenyataan.  Susunan suatu sistem pada dasarnya terdiri atas unit input, unit pengolah dan unit output. Input atau masukan masuk dalam sistem melalui unit input. selanjutnya, input diproses oleh unit pemroses dan hasilnya ditampilkan ataupun dicetak keluar melalui unit output yang di tancap, dinyalakan dn terus menghasilkan panas sampai alat tersebut dimatikan. Disini tidak ada cara untuk mengendalikan output.
Manajemen sistem informasi merupakan sistem konseptual yang memakai sumber daya konseptual, data dan informasi, untuk mewakili sistem fisik yang dalam hal ini berupa perusahaan atau organisasi. Sistem informasi membantu para manajer dan pimpinan perusahaan atau organisasi tertentuuntuk mendapatkan gambaran mengenai perusahaan. Informasi yang didapatkan merupakan bahan masukan penting bagi manajer dalam pengambilan keputusan.[3].
Konsep dasar sitem informasi sendiri lebih jelasnya memilki hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1.      Komponen dan tipe sistem informasi, komponen yang terdiri blok-blok yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai sasaran, diantara blok-blok tersebut sebagai berikut:
a.       Blok masukan (input block), yang dimaksud dengan input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan yang berupa dokumen-dokumen dasar.
b.      Blok model (model block), terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data.
c.       Blok keluaran (output block), keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen.
d.      Blok teknologi (technology block), merupakan tool box dalam sistem informasi. Yakni sebagai alat menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendaliandari sistem secara keseluruhan.
e.       Blok basis data (database block), kumpulan data yang saling berkaitan dengan yang lainnya.
f.        Blok kendali (control block), pengendalian yang dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang merusak sistem dapat dicegah dan secepatnya kesalahan-kesalahan ynag terjadi dapat teratasi
2.      Perencanaan sistem informasi. Bahan perencanaan sistem informasi yang akan dibahas berkisar pada empat tingkatan yaitu ide, design, pelaksanaan dan evaluasi.
a.       Ide, yaitu dengan ide untuk megetahui perlunya adanya perubahan.
b.      Design, yaitu merancang cara pemecahannya.
c.       Pelaksanaan, yaitu menerapkan disign ke dalam sistem.
d.      Kontrol, yaitu memeriksa apakah tingkat pelaksanaan sesuai dengan design.
e.       Evaluasi, yaitu memeriksa apakah perubahan yang terjadi sesuai dengan tujuan semula.
f.        Tindak lanjut, yaitu melaksanakan perubahan sesuai dengan hasil evaluasi yang ada.
3.      Pengelolaan sistem informasi
Pemimpin yang efektif bertugas dan bertanggungjawabuntuk mengelola sistem informasi dalam rangka proses manajemen dan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. Tugas pengelolaan tersebut meliputi perencanaan informasi, transformasi informasi, komunikasi informasi, organisasi pelaksana, pemantauan dan pengendalian.
4.      Pengendalian sistem informasi
Pengendalian bertujuan untuk menjamin pengelolaan dan produk-produk informasi baik dalam segi kualitas, kuantitas maupun ketepatan waktu. Pengendaian informasi dilaksanakan melalui pengawasan dan pembinaan.
5.      Penilaian sistem informasi
Fungsi penilaian informasi adalah menyediakan informasi sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan. Penilaian diterapkan dalam tiga komponen penting sistem informasi yaitu pengelolaan sistem informasi yang terdiri masukan (langkah awal penyusunan informasi), proses (transformasi informasi) dan produk (hasil dan dampak sistem informasi





Tidak ada komentar:

Posting Komentar