PEMBAHASAN
A.
Pengembangan Sistem Informasi
Manajemen Pendidikan
Seiring berkembangnya penyusunan sistem yang
baru untuk menggantikan sistem yang sudah lama baik secara keseluruhan atau untuk memperbaiki sistem yang
sudah ada. Sistem yang sudah lama mungkin perlu diperbaiki atau bahkan diganti, dapat disebabkan
oleh beberapa hal, diantaranya yaitu :
1. Kesalahan yang tidak sengaja, yang menyebabkan kebenaran
data kurang terjamin.
2. Tidak efisiensinya operasi pengolahan data tersebut.
3. Adanya instruksi-instruksi atau kebijaksanaan yang baru
baik dari pemimpin atau dariluar organisasi seperti peraturan pemerintah.[1]
Menurut Buford dan Bedein (1998)
ada empat kegiatan yang dapat dilakukan dalam mengembangkan sistem informasi
manajemen, yaitu perencanaan, implementasi, dan penilaian. Perencanaan sistem
informasi manajemen adalah pendeskripsian secara komprehensif tentang informasi
manajemen yang merupakan penstrukturan database yang
diperlukan, pendefinisian, alur informasi, dan penetapan laporan-laporan yang
diperlukan. Implementasi mencakup kegiatan-kegiatan penyediaan fasilitas yang
diperlukan, pengadaan peralatan pemrosesan data, serta penyiapan dan pelatihan
tenaga. Sementara, penilaian adalah menetapkan keberhasilan sistem informasi
manajemen dalam mencapai tujuan.[2]
Manajemen sistem informasi
sebenarnya telah ada sebelum komputer muncul, yaitu dimana segala macam
informasi di dalam organisasi diolah dengan cepat, teliti dan andal. Namun,
tanpa komputer konsep tersebut hanya menjadi teori. Sekarang, dengan adanya
komputer, konsepsi tersebut telah menjadi kenyataan. Susunan suatu sistem
pada dasarnya terdiri atas unit input, unit pengolah dan unit output. Input
atau masukan masuk dalam sistem melalui unit input. selanjutnya, input diproses
oleh unit pemroses dan hasilnya ditampilkan ataupun dicetak keluar melalui unit
output yang di tancap, dinyalakan dn terus menghasilkan panas sampai alat
tersebut dimatikan. Disini tidak ada cara untuk mengendalikan output.
Manajemen sistem informasi
merupakan sistem konseptual yang memakai sumber daya konseptual, data dan
informasi, untuk mewakili sistem fisik yang dalam hal ini berupa perusahaan
atau organisasi. Sistem informasi membantu para manajer dan pimpinan perusahaan
atau organisasi tertentuuntuk mendapatkan gambaran mengenai perusahaan.
Informasi yang didapatkan merupakan bahan masukan penting bagi manajer dalam
pengambilan keputusan.[3].
Konsep dasar sitem informasi
sendiri lebih jelasnya memilki hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1.
Komponen dan tipe sistem
informasi, komponen yang terdiri
blok-blok yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai sasaran,
diantara blok-blok tersebut sebagai berikut:
a.
Blok masukan (input block),
yang dimaksud dengan input disini termasuk metode dan media untuk menangkap
data yang akan dimasukkan yang berupa dokumen-dokumen dasar.
b.
Blok model (model block),
terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan
memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data.
c.
Blok keluaran (output block),
keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna
untuk semua tingkatan manajemen.
d.
Blok teknologi (technology
block), merupakan tool box dalam sistem informasi. Yakni sebagai alat menerima
input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan
mengirimkan keluaran dan membantu pengendaliandari sistem secara keseluruhan.
e.
Blok basis data (database
block), kumpulan data yang saling berkaitan dengan yang lainnya.
f.
Blok kendali (control block),
pengendalian yang dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang
merusak sistem dapat dicegah dan secepatnya kesalahan-kesalahan ynag terjadi
dapat teratasi
2.
Perencanaan sistem informasi.
Bahan perencanaan sistem informasi yang akan dibahas berkisar pada empat
tingkatan yaitu ide, design, pelaksanaan dan evaluasi.
a.
Ide, yaitu dengan ide untuk
megetahui perlunya adanya perubahan.
b.
Design, yaitu merancang cara
pemecahannya.
c.
Pelaksanaan, yaitu menerapkan
disign ke dalam sistem.
d.
Kontrol, yaitu memeriksa apakah
tingkat pelaksanaan sesuai dengan design.
e.
Evaluasi, yaitu memeriksa
apakah perubahan yang terjadi sesuai dengan tujuan semula.
f.
Tindak lanjut, yaitu
melaksanakan perubahan sesuai dengan hasil evaluasi yang ada.
3.
Pengelolaan sistem informasi
Pemimpin
yang efektif bertugas dan bertanggungjawabuntuk mengelola sistem informasi
dalam rangka proses manajemen dan pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. Tugas
pengelolaan tersebut meliputi perencanaan informasi, transformasi informasi,
komunikasi informasi, organisasi pelaksana, pemantauan dan pengendalian.
4.
Pengendalian sistem informasi
Pengendalian
bertujuan untuk menjamin pengelolaan dan produk-produk informasi baik dalam
segi kualitas, kuantitas maupun ketepatan waktu. Pengendaian informasi
dilaksanakan melalui pengawasan dan pembinaan.
5.
Penilaian sistem informasi
Fungsi
penilaian informasi adalah menyediakan informasi sebagai bahan pertimbangan
untuk membuat keputusan. Penilaian diterapkan dalam tiga komponen penting
sistem informasi yaitu pengelolaan sistem informasi yang terdiri masukan
(langkah awal penyusunan informasi), proses (transformasi informasi) dan produk
(hasil dan dampak sistem informasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar